Cara Menghitung Pembelian Token Voucher Listrik PLN - santosolusi
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung Pembelian Token Voucher Listrik PLN

Cara Menghitung Pembelian Token Voucher Listrik PLN

Santosolusi.com - sebelumnya kita sudah membahas mengenai cara menghitung biaya pemakaian listrik pasca bayar. Untuk materi kita kali ini adalah belajar menghitung pembelian token voucher listrik PLN (Listrik Prabayar).

Listrik Prabayar adalah listrik yang dibeli seperti mengisi pulsa pada telepon genggam, artinya listrik dapat digunakan kalau sudah diisi dengan voucher. Kelebihan yang kita dapatkan ketika menggunakan listrik prabayar adalah tidak harus menunggu pembayaran tiap bulan (pascabayar). 

Cara Menghitung Pembelian Token Listrik

1. Admin Bank

Setiap pembelian token listrik tentu ada biaya admin yang harus anda bayar setelah membeli token listrik. Rata-rata biaya adminnya sebanyak Rp. 3000

2. PPJ

Apakah itu? PPJ Adalah kependekan dari Pajak Penerangan Jalan yang wajib anda bayar berdasarkan domisili tempat tinggal anda. Contohnya di daerah Jakarta maka pajaknya sebesar 3%

4. Biaya Materai

Biaya materai ini akan dikenakan ketika anda membeli voucher atau token listrik >Rp.250.000. Jadi kalau anda membeli token di bawah 250 ribu maka ini free atau Gratis yah sob!

5. PPN

PPN atau pajak pertambahan nilai ini juga akan dikenakan ketika anda daya listrik atau golongan listrik anda >3500 VA. Jadi kalau daya listrik anda dibawah angka itu maka ini juga Gratis yah sob!

6. TDL

Terakhir, pembayaran TDL (Tarif Dasar Listrik) ini anda bayar tergantung golongan listrik apa yang anda gunakan. Contohnya anda menggunakan golongan listrik 900 VA maka biaya yang harus anda bayarkan sebesar Rp. 1.352/kWh.

Sekarang kita akan belajar menghitung pembelian token listrik agar tidak salah paham lagi yah sob, soalnya banyak orang awam yang membeli token listrik 200 ribu tapi kok yang didapat bukan 200kWh? Oleh karena itu yukk simak dibawah ini.

Contoh soal

Golongan listrik yang anda gunakan adalah 900 VA yang berdomisili daerah Jakarta dengan pengisian pulsa voucher sebanyak 200ribu. Berapa kWh yang anda akan dapatkan?

Jawaban:

1. Dari Rp. 200.000 anda akan dikenakan biaya admin sebesar Rp. 3000 sehingga yang tersisa sekarang adalah sebanyak Rp. 197.000

2. Kemudian, karena lokasi anda di daerah Jakarta maka besar PPJ yang harus anda bayarkan adalah 3%. [ Rp. 197.000 X 3% = Rp. 5.910 ] Sehingga yang tersisa sekarang adalah Rp. 197.000 - Rp. 5.910 = Rp. 191.090.

3. Karena pembelian token anda tidak lebih dari 250ribu dan listriknya bukan termasuk golongan 3500 VA maka PPN dan biaya materainya tidak di bayar. Sehingga totalnya sekarang sebanyak Rp. 191.090

4. Terakhir, karena anda menggunakan golongan listrik 900 VA maka biaya perkWh yang harus anda bayar adalah Rp. 1.352. Jadi Rp. 191.090/Rp. 1.352 = 141 kWh

Sehingga total yang anda akan dapatkan dari pembelian token listrik Rp. 200.000 adalah sebanyak 141 kWh. berapa hari kira-kira pemakaian dari 141kWh? itu tergantung pemakaian dan daya listrik yang kamu gunakan yah sob karena artikel sebelumnya sudah dijelaskan.

Kelebihan Listrik Prabayar

1. Pemakaian listrik lebih terkendali.
2. Pembelian disesuaikan kemampuan.
3. Tidak ada batas aktif selama kWh masih ada.

Kesimpulan

Demikianlah cara menghitung token pembelian voucher listrik versi santosolusi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan silahkan belajar menghitung sendiri pembelian anda yang tentunya berdasarkan 6 poin penting di atas yah. Terima kasih!

Post a Comment for "Cara Menghitung Pembelian Token Voucher Listrik PLN"