Belajar Menghitung Biaya Listrik Pascabayar Perbulan - santosolusi
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Menghitung Biaya Listrik Pascabayar Perbulan

Belajar Menghitung Biaya Listrik Pascabayar Perbulan
Santosolusi.com - Tidak ada salahnya belajar mengetahui biaya terperinci pemakaian listrik dalam sebulan. Kenapa? Karena faktanya kalian pernah heran tidak, pembayaran token listrik yang kamu bayar berbeda jauh dari bulan sebelumnya atau bahkan sebaliknya.

Intinya adalah besar kecilnya pembayaran listrik itu tergantung berapa besar tingkat pemakaian alat elektronik rumah tangga yang kalian gunakan setiap hari. Bahkan banyak opini yang tersebar dengan mencurigai pihak PLN yang menambah biaya yang tak wajar, padahal itu salah yah teman-teman.

Oleh karena itu santosolusi mengajak kalian belajar menghitung biaya pemakaian listrik agar lain hari kalian dapat menentukan mau berhemat atau boros.

Cara Menghitung Biaya Listrik

1. Kalian harus tahu dulu jenis listrik yang kalian gunakan itu termasuk subsidi ataukah kategori mampu? Karena setiap golongan tentu dikenakan biaya perkWh yang berbeda-beda. Sehingga hal penting yang harus kalian tahu dulu adalah anda masuk golongan yang mana. 

2. Catat terperinci semua alat rumah tangga kamu yang membutuhkan tenaga listrik. Kita mengambil beberapa contoh dibawah ini agar kalian bisa belajar untuk menghitung biaya listrik kamu yah!

1. 3 lampu dengan daya listrik masing-masing 15 watt.
Estimasi : rata-rata menyala dalam sehari 8 jam maka ( 3 X 15 X 8 = 360 watt) 

2. 1 buah TV dengan daya listrik 50 watt
Estimasi : rata-rata pemakaian 7 jam dalam sehari maka ( 50 X 7 = 350 watt)

3. 1 buah setrika dengan daya listrik 300 watt
Estimasi : rata-rata pemakaian 1 jam dalam sehari maka ( 300 X 1 = 300 watt)

4. 1 Rice Cooker dengan daya listrik 300 watt
Estimasi : rata-rata pemakaian 5 jam dalam sehari maka ( 300 X 5 = 1500 watt)

3. Terakhir, kita akan menghitung seluruh penggunaan harian seperti contoh diatas yang telah kita buat. Berdasarkan hasil penghitungan di atas maka : 360 watt + 350 watt + 300 watt + 1500 watt = 2.510 watt

Langkah selanjutnya adalah dari satuan watt akan diubah menjadi kWh (kilowatt-hour), caranya pun sangat mudah anda tinggal membagikan 1000 dari jumlah hasil pemakaian contoh diatas. Maka dari 2.510 watt : 1000 = 2,51 kWh.

Terakhir, setelah anda mengetahui jenis/golongan listrik yang anda gunakan maka tinggal dikalikan. Misal anda menggunakan golongan subsidi 450 VA berarti dikenakan biaya Rp. 415/kWh. Maka untuk pemakaian 2,51 kWh X Rp. 415 = Rp. 1,041.65 perhari.

Jadi kalau kalian pengen tahu perkiraan pembayaran listrik perbulan tinggal kalian 30 hari. Jadi Rp. 1,041.65 X 30 = Rp. 31,249.5 /bulan.

Bagaimana sangat mudah bukan untuk menghitung biaya pembayaran listrik pascabayar? Jadi jangan khawatir lagi yah untuk selalu mempercayai opini-opini luar karena PLN pun menggunakan rumus seperti diatas. Bagaimana kalau anda menggunakan golongan subsidi 900 VA ? Tentu biaya yang dikenakan juga berbeda. Jadi sesuai step pertama ketahui dulu yah golongan listrik beserta biaya yang dikenakan sob!

Kesimpulan

Itulah cara menghitung biaya listrik pasca bayar lengkap dengan contoh yang kami berikan. Semoga dengan ilmu ini dapat menambah wawasan buat kalian dan tentunya dapat mengatasi masalah soal besar kecilnya biaya pembayaran listrik PLN.

Jangan lupa juga baca di sini selengkapnya untuk mengetahui atau belajar menghitung pembelian token listrik untuk jenis PLN prabayar yang mirip dengan skema pengisian pulsa telepon.

Post a Comment for "Belajar Menghitung Biaya Listrik Pascabayar Perbulan"